Tuesday, March 21, 2006

Menjaga Ketenangan Hati

Yang mahal dalam hidup ini adalah ketenangan hati, kalau hati tidak tenang apapun yang kita miliki tidak akan bisa kita nikmati. Dan yang paling bertanggung jawab terhadap ketenangan hati ini adalah kita sendiri, mengapa kita merasa tegang karena kita mempunyai keinginan yang berlebihan/berambisi sehingga dapat mendholimi (diri, keluarga, dan orang lain). Umumnya orang akan merasa gelisah, cemas, tegang karena menyesalkan masa lalunya yang telah lewat, atau memikirkan masa depannya yang belum terjadi, juga bisa terjadi karena tidak menerima kenyataan dari dirinya (misal gemuk ingin kurus, kurus ingin gemuk, dsbnya). Oleh karena itu kita harus bersikap bijak dengan masa lalu kita, dan adil dengan masa depan kita. Ada 2 cara untuk menjaga ketenangan hati : yang pertama berambisi untuk mengevaluasi / mengkoreksi diri sendiri, yang kedua berambisi untuk meningkatkan diri dalam ilmu, kemampuan dan amal kita, sudah tabiatnya masa/zaman selalu berkembang maka wawasan kita harus diseimbangkan dengan tuntutan masa tersebut sehingga setiap persoalan akan dapat kita selesaikan maka hati tenang (tidak gelisah), ketenangan hati itu adalah milik orang2 yang selalu meningkatkan diri dan mengevaluasi diri. Oleh karena itu marilah kita ciptakan ketenangan hati maka suasana kantor akan penuh prestasi, dan sikapilah setiap persoalan dengan formula : siap menerima apa yang terjadi, ridho menerima apa adanya, jangan mendramatisir persoalan, selalu evaluasi diri, dan selalu bertawakal.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home