Wednesday, April 16, 2008

Kemenangan Syampurno di SUMUT

Hal yang luar biasa kembali lagi terjadi di PILGUB Sumatera Utara, Syampurno (Saymsul Arifin – Gatot Pudjonugroho) pasangan yang diusung oleh partai-partai kecil PKS-PPP dan banyak partai kecil lainnya berhasil memenangkan PILGUB di Propinsi terbesar di Pulau Sumatra.
Patut dicatat dalam 3 hari (setelah PILGUB di Jabar) PKS kembali lagi membuat kejutan dengan memenangkan PILGUB di Sumut. Adalah Syamsul Arifin (Bupati Langkat) yang aslinya adalah kader Golkar dengan gaya bicara yang blak-blakan apa adanya serta Gatot Pudjonugroho tokoh muda Ketua DPW PKS Sumatra Utara menjadi pilihan dari masyarakat Sumut dalam PILGUB tersebut.
Kemenangan ini adalah berkah dari Allah SWT, kemenangan ini juga karena kejelian tim sukses dalam membuat jargon, visi misi serta kampanye yang lebih mendekatkan Syampurna dengan masyarakat Sumut. Hal lain disebabkan oleh berkerjanya secara maksimal mesin partai (PKS – PPP) dalam memperkenalkan pasangan calon melalui direct marketing, pamflet, baksos dll.
Semoga saja kemenangan Rakyat Sumut dalam memilih Gubernurnya membawa kebaikan dan kemajuan bagi masyarakat Sumatra Utara pada khususnya dan bagi bangsa Indonesia pada umumnya. sdj

Sunday, April 13, 2008

Kemenangan HADE

Fenomenal…itulah yang yang terjadi di pilkada Gubernur Jawa Barat yang dilaksanakan 13 April 2008, kemenangan pasangan Achmad Heryawan - Dede Yusuf (Hade) berdasarkan hasil quick count merupakan hal yang sangat fenomenal dan akan menjadi bola salju untuk Pemilu Gubernur di daerah lainnya. Kombinasi birokrat dan militer yang biasanya menjadi "amunisi" untuk sebuah Pilkada menjadi tidak berlaku di Jabar.

"Masyarakat, terutama kaum perempuan dan pemilih pemula cenderung memilih tokoh-tokoh baru dan tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan masa lalu," ujanya di Bandung, Minggu (13/4).

Ia menuturkan, koalisi Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan dan mantan Pangdam, Iwan Sulanjana (Dai) dan Agum Gumelar - Wakil Gubernur Jabar, Nu’man A Hakim merupakan pasangan yang masih terkait dengan ketidakberhasilan pembangunan di Jabar. "Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih memilih pasangan yang benar-benar baru sebagai harapan dan alternatif untuk perubahan," ujarnya.

Terkait kemenangan Hade yang ada di depan mata ini, Fadjroel mengatakan, pasangan muda ini akan mempunyai beban yang sangat besar karena sebelumnya tidak terbiasa dalam birokrasi jika dibandingkan dua pasangan lainnya.

Hasil quick count sejumlah lembaga yang telah mencapai 60 persen menunjukkan kemenangan pasangan Hade. Sisa suara diperkirakan tidak akan mengubah komposisi.

Untuk sementara hasil quick count di Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis hingga pukul 16.30 WIB), Dai 26,85 persen, Aman 32,38 persen dan Hade 40,8 persen. Hasil survei Litbang Kompas, Dai 24,19 persen, Aman 35,34 persen dan Hade 40,47 dari 287 TPS. Lingkar Survei Indonesia (LSI), Dai 20,47 persen, Aman 26,46 persen dan Hade 39,87 persen. Pos Penghitungan Suara Hade mencatat, Dai 26,14, Aman 35,39 persen dan Hade 38,82 persen hingga pukul 16.30 WIB Minggu.

Tuesday, April 08, 2008

Masa Kampanye....(lanjutan ..pilkada jabar)

Minggu-minggu ini hari-hari di Jabar diisi dengan kampanye Pilgub, 3 pasangan yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pilgub berlomba berebut hati masayarakat Jawa Barat. Adalah pasangan no 1 DAI, No 2. AMAN dan No. 3 HADE yang ditetapkan oleh KPU sebagai calon peserta PILGUB.

Mulai dari pemasangan spanduk, baliho, stiker, kaos, iklan TV –Radio, iklan di Internet, homepage dll, semua media digunakan untuk kampanya pilgub ini. Waktu kampanye dimulai pada 27 Maret 2008 s.d 8 Maret 2008.

Yang menarik adalah waktu kampanye yang cukup singkat, yaitu 13 hari dimana masing-masing calon harus berkampanye dan berkeliling di 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat, maka dalam satu hari setiap pasangan calon paling tidak harus mengunjungi 2 kota/kabupaten.

Di beberapa kota kampanye ada yang di hadari oleh banyak peserta, tetapi banyak pula yang sepi dari peserta kampanye. Dengan panggung yang megah, sound dengan power yang besar, alat musik dan hiburan kampanye yang meriah menjadikan kampanye Pilgub Jabar ini menjadi kampanye termahal. Bayangkan puluhan milyar rupiah dikeluarkan hanya untuk kampanye, dimana dana yang dibelanjakan adalah untuk produk habis pakai spanduk, baliho, stiker, pamflet dll, bukan untuk sektor produktif. Tetapi inilah pilihan demokrasi, Demokrasi itu mahal.., maka pilihlah pemimpin yang benar-benar dipercaya.

Kampanye hari terakhir diisi dengan debat kandidat yang diselenggarakan oleh KPU Jabar dan disiarkan langsung oleh Metro TV dan Televisi Lokal Jabar. Masing-masing Kandidat tampil dan diuji oleh 4 Akademisi Jabar yaitu, Jalaludin Rahmat (Dosen Fikom Unpad), Gumilar Rusliwa (Rektor UI), ahli politik Unpar dan Ekonom Unpad. Pada awal penampilan masing-masing pasangan terlihat “grogi” dalam menjawab pertanyaan dari panelis, tapi semakin panas semakin terbiasa, diselengi oleh para suporter yang hadir ditempat acara.

Yang membuat suasana panas adalah pada sesi saling lontar pertanyaan antar kandidat, ada kandidat yang pertanyaannya memojokan kandidat lain, ada juga yang sekadar meminta penjelasan dan mempertajam progranm yang sudah ada.

Tapi saya salut terhadap proses domokrasi di Indonesia, semakin hari kian matang, dan siapapun yang terpilih di hari pemilihan nanti harus diterima dengan lapang dada. @8 apr 08