Masa Kampanye....(lanjutan ..pilkada jabar)
Minggu-minggu ini hari-hari di Jabar diisi dengan kampanye Pilgub, 3 pasangan yang telah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta Pilgub berlomba berebut hati masayarakat Jawa Barat. Adalah pasangan no 1 DAI, No 2. AMAN dan No. 3 HADE yang ditetapkan oleh KPU sebagai calon peserta PILGUB.
Mulai dari pemasangan spanduk, baliho, stiker, kaos, iklan TV –Radio, iklan di Internet, homepage dll, semua media digunakan untuk kampanya pilgub ini. Waktu kampanye dimulai pada 27 Maret 2008 s.d 8 Maret 2008.
Yang menarik adalah waktu kampanye yang cukup singkat, yaitu 13 hari dimana masing-masing calon harus berkampanye dan berkeliling di 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat, maka dalam satu hari setiap pasangan calon paling tidak harus mengunjungi 2 kota/kabupaten.
Di beberapa kota kampanye ada yang di hadari oleh banyak peserta, tetapi banyak pula yang sepi dari peserta kampanye. Dengan panggung yang megah, sound dengan power yang besar, alat musik dan hiburan kampanye yang meriah menjadikan kampanye Pilgub Jabar ini menjadi kampanye termahal. Bayangkan puluhan milyar rupiah dikeluarkan hanya untuk kampanye, dimana dana yang dibelanjakan adalah untuk produk habis pakai spanduk, baliho, stiker, pamflet dll, bukan untuk sektor produktif. Tetapi inilah pilihan demokrasi, Demokrasi itu mahal.., maka pilihlah pemimpin yang benar-benar dipercaya.
Kampanye hari terakhir diisi dengan debat kandidat yang diselenggarakan oleh KPU Jabar dan disiarkan langsung oleh Metro TV dan Televisi Lokal Jabar. Masing-masing Kandidat tampil dan diuji oleh 4 Akademisi Jabar yaitu, Jalaludin Rahmat (Dosen Fikom Unpad), Gumilar Rusliwa (Rektor UI), ahli politik Unpar dan Ekonom Unpad. Pada awal penampilan masing-masing pasangan terlihat “grogi” dalam menjawab pertanyaan dari panelis, tapi semakin panas semakin terbiasa, diselengi oleh para suporter yang hadir ditempat acara.
Yang membuat suasana panas adalah pada sesi saling lontar pertanyaan antar kandidat, ada kandidat yang pertanyaannya memojokan kandidat lain, ada juga yang sekadar meminta penjelasan dan mempertajam progranm yang sudah ada.
Tapi saya salut terhadap proses domokrasi di Indonesia, semakin hari kian matang, dan siapapun yang terpilih di hari pemilihan nanti harus diterima dengan lapang dada. @8 apr 08


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home